Waspada! Ini Arti Dibalik Kondisi Telinga Berdenging

Hampir semua orang pernah merasakan telinga berdenging, namun ada beberapa masyarakat yang menghubungkannya dengan hal-hal mistis atau yang tidak berkaitan dengan kesehatan. Dalam dunia medis, kondisi telinga berdenging disebut dengan tinnitus. Tinnitus sendiri merupakan sensasi pendengaran berupa kicauan, mendesis, bersiul, berdengung dan suara lainnya.

Lamanya suara tersebut bervariasi, bisa terus menerus atau terputus-putus, bertahan lama atau hilang sendirinya. Sebagian orang merasa, suara dengung tersebut akan terdengar lebih jelas di tempat hening atau pada malam hari ketika ingin tidur. Kondisi tersebut menyebabkan konsentrasi terganggu, susah tidur bahkan stress. 

Tinnitus sudah sangat umum terjadi, diperkirakan pada tahun 2020, mencapai 8 miliar populasi di dunia merasakannya. Kebanyakan permasalahannya berupa gangguan saja. Namun, pada kasus yang lebih parah bisa menyebabkan pekerjaan terganggu serta tekanan psikologis. 

Walaupun tinnitus sering dihubungkan dengan gangguan pendengaran, namun kondisi tersebut tidak selalu disertai kehilangan pendengaran. Nyatanya, beberapa orang yang mengalami kondisi ini tidak mengalami kesulitan mendengar. Bahkan sebagian menjadi lebih sensitif terhadap volume suara yang normal bagi banyak orang (hyperacusis), sehingga mereka pun menutupi suara eksternal.

Kondisi Telinga Berdenging

Terdapat dua kondisi tinnitus yang dapat dirasakan, yaitu tinnitus subjektif dan objektif. Tinnitus subjektif terjadi apabila suara tersebut hanya bisa didengar oleh Anda. Kondisi ini dapat dipicu dari masalah di telinga luar, tengah maupun dalam, serta masalah pada saraf pendengaran atau bagian dari saraf otak yang menerjemahkan sinyal suara.

Sedangkan tinnitus objektif terjadi apabila dokter juga dapat mendengar suara tersebut saat pemeriksaan fisik. Kondisi ini dapat  dipicu oleh masalah kontraksi otot, kondisi tulang telinga atau kelainan pada pembuluh darah.

Penyebab Telinga Berdenging

Source: freepik.com

Pada umumnya, penyebab telinga berdenging yaitu mendengarkan suara keras dalam jangka waktu yang cukup lama. Dikutip dari WebMd, sebanyak 90% orang terkena tinnitus dan gangguan pendengaran lainnya disebabkan oleh suara bising. Dimana kebisingan tersebut penyebab rusaknya sel-sel rambut koklea secara permanen dan organ berbentuk spiral di telinga bagian dalam.

Beberapa pekerja yang beresiko tinggi terkena tinnitus yaitu staf bandara, pengrajin kayu, musisi rock, pekerja konstruksi dan personel militer. Hal tersebut dikarenakan mereka bekerja menggunakan perangkat keras, seperti mesin gergaji, instrumen, pesawat dan perangkat keras lainnya yang secara tidak langsung didengarkan berulang kali dan dalam jangka waktu lama.

Tinnitus juga bisa disebabkan karena kondisi tertentu atau penyakit lain, diantaranya yaitu:

  1. Penyumbatan telinga akibat menumpuknya kotoran yang membuat pendengaran kurang jelas, terganggu dan telinga berdenging.
  2. Infeksi telinga yang mengganggu saraf pendengaran.
  3. Hilangnya pendengaran akibat tuli mendadak. Rusaknya sel rambut di rumah siput (koklea) akan menyebabkan cetusan abnormal di saraf pendengaran sehingga menyebabkan terjadinya tinnitus. 
  4. Efek samping dari penggunaan obat-obat tertentu, seperti aspirin, jenis anti inflamasi, antibiotik, loop diuretik, anti-depresan, dan obat kina.
  5. Faktor pertambahan usia yang membuat fungsi pendengaran semakin menurun, biasanya dapat dirasakan mulai umur 60 tahun. Proses penuaan tersebut menyebabkan kerusakan koklea atau bagian telinga lainnya.
  6. Penyakit meniere disebabkan oleh peningkatan cairan di telinga dalam, sehingga terjadi tekanan pada organ koklea dan labyrinth. Kondisi ini dapat menimbulkan vertigo, telinga berdenging dan kehilangan pendengaran.
  7. Otosklerosis yaitu penyakit yang menyebabkan pengerasan tulang kecil di telinga tengah.
  8. Aterosklerosis yaitu penyempitan pembuluh darah telinga karena kolesterol yang menumpuk  di bagian dalam dari pembuluh darah utama yang terletak  dekat telinga bagian tengah, seiring pertambahan usia dan tingginya kadar kolesterol pada darah. Akibatnya pembuluh darah tersebut  kehilangan elastisitasnya sehingga aliran darah lebih terdengar kuat oleh telinga.
  9. Neuroma Akustik, yaitu tumor jinak pada saraf kranial di telinga bagian dalam yang mengganggu pendengaran atau dengung di telinga.
  10. Adanya masalah pada leher atau rahang seperti sindrom sendi temporomandibular (TMJ), cedera serta tumor yang menyebabkan pembuluh darah di leher atau kepala tertekan.
  11. Kondisi medis lainnya yaitu penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, anemia, alergi, masalah peredaran darah, penyakit autoimun, diabetes dan kelenjar tiroid yang kurang aktif.
 Source: freepik.com

Kondisi tinnitus dapat diperburuk oleh kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol, minuman berkafein, merokok, serta mengkonsumsi makanan tertentu. Selain itu, kelelahan dan stres juga dipercaya dapat memperparah kondisi tinnitus, namun hal tersebut belum jelas dan masih diteliti.

Tinnitus disebabkan karena infeksi telinga atau sumbatan di telinga dapat disembuhkan dengan mengobati infeksinya atau membersihkan liang telinga dari sumbatan. Sedangkan tinnitus yang disebabkan oleh tuli mendadak dan kelainan lain di telinga dalam apabila dilakukan penanganan segera (kurang dari 1 bulan) sebagian besar dapat diobati atau intensitas bunyi akan berkurang secara bermakna. 

Apabila  kondisi tersebut menetap meskipun sudah diobati, alangkah baiknya untuk menjalani terapi lain, baik konvensional maupun alternatif. Hal tersebut dapat mengurangi atau menghilangkan suara yang tidak diinginkan.

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai telinga berdenging mulai dari pengertian, kondisi, gejala, penyebab dan lainnya. 

Siapa bilang telinga berdenging (atau tinnitus) tidak bisa diatasi? 

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda, di Ruang Mendengar kami menyediakan konsultasi baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!

ARTIKEL TERKAIT