Toksoplasmosis pada Ibu Hamil dan Cara Mengurangi Risikonya

Dilansir dengan WebMd, toksoplasmosis merupakan infeksi serius bagi ibu hamil, karena dapat menular pada bayi. Menurut sebuah penelitian dari Rush University Medical Center di Chicago, semua ibu hamil dan bayi baru lahir harus diskrining untuk mengetahui infeksi serius yang disebut toksoplasmosis ini.

Mereka mengatakan, bahwa mayoritas wanita hamil yang mengalami infeksi ini tidak memiliki gejala. Banyak yang tidak menyadari bahwa mereka telah terpapar parasit yang dapat menyebabkan risiko kesehatan serius, bahkan kematian pada bayi mereka.

“Toksoplasmosis dapat berkembang ketika seorang ibu hamil terkena parasit toxoplasmosis gondii dalam kotoran kucing, daging yang kurang matang, atau tanah kebun,” tulis ketua peneliti Kenneth M. Boyer, MD, dari Rush University Medical Center di Chicago.

Menurut March of Dimes, sekitar 40% kemungkinan ibu hamil yang mengalami infeksi ini dapat menularkan pada anaknya yang belum lahir. Terdapat sekitar 10% bayi terkena infeksi ini setelah lahir dan mereka akan menunjukkan tanda toksoplasmosis. Banyak pula bayi yang terinfeksi, namun tidak menunjukkan tanda-tanda sampai beberapa bulan atau tahun yang akan datang.

Studi Boyer muncul dalam edisi Februari The American Journal of Obstetrics and Gynecology. Toksoplasmosis bisa sangat buruk bagi lingkungan keluarga. 

Mayoritas bayi yang terinfeksi tidak memiliki kelainan pada saat lahir. Namun jika tidak diberikan pengobatan, mereka akan mengalami kerusakan mata dan otak yang serius bahkan meninggal akibat infeksi ini pada masa remaja.

Wanita hamil yang terkena infeksi toxoplasma bisa sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Infeksi ini menyebabkan gangguan pendengaran. 

Gangguan pendengaran terjadi akibat respon radang pada beberapa jaringan telinga saat adanya infeksi dari parasit tersebut. Jika tidak terdeteksi dari awal, maka gangguan pendengaran ini nantinya akan menimbulkan perkembangan bahasa yang buruk bagi anak.

“Kami memiliki obat-obatan yang dapat membantu jika kami terkena infeksi dan kami akan mendapatkan hasil deteksinya jika kami terkena infeksi lebih awal,” kata rekan peneliti Rima McLeod, MD, profesor oftalmologi dan direktur medis dari Pusat Toksoplasmosis di University of Chicago, dalam sebuah rilis berita.

Apakah Anda Mengalami Toksoplasmosis?

CDC melaporkan bahwa lebih dari 60 juta orang di AS mungkin terkena parasit T. gondii, tetapi hanya sedikit yang menunjukkan gejalanya. Sistem kekebalan tubuh dapat mencegah parasit yang menyebabkan penyakit. Namun, jika infeksi didapat untuk pertama kalinya pada seorang wanita yang sedang hamil, infeksi tersebut dapat menular pada bayi baru lahir atau pada perkembangannya nanti.

Dalam studi mereka, para peneliti mewawancarai para ibu yang memiliki bayi yang menderita toksoplasmosis. Mereka bertanya tentang paparan ibu terhadap daging yang kurang matang, kotoran kucing, telur mentah, dan banyak lagi.

Mereka juga bertanya kepada para ibu mengenai gejala infeksi yang dirasakan, seperti sakit kepala, keringat dingin, demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Dalam studi mereka, hanya 8% ibu yang melakukan tes toksoplasmosis selama kehamilan, catat Boyer. Para peneliti menemukan bahwa 75% wanita yang melahirkan bayi dengan toksoplasmosis bisa mengingat paparan yang mereka dapatkan. Sebesar 39% mengingat terkena paparan kotoran kucing, sedangkan 25% tidak dapat mengingat dengan pasti, apakah mereka terkena paparan kotoran kucing atau daging mentah.

Para peneliti juga mengatakan sebanyak 48% orang melaporkan gejala yang mungkin termasuk toksoplasmosis. Mereka menyerukan agar semakin banyak ibu hamil memahami toksoplasmosis. Dokter harus memperhatikan gejala-gejalanya dengan seksama. Ibu hamil harus melakukan tes darah pada kunjungan trimester pertama (1-13 minggu) dan setiap bulan sesudahnya. Bayi yang baru lahir juga harus diuji, tulis Boyer.

Source: freepik.com

Ibu hamil dapat mengambil cara untuk mengurangi risiko terinfeksi:

  1. Lakukan imunisasi jika sebelumnya belum dilakukan imunisasi toxoplasma dan konsultasikan dengan dokter
  2. Jangan makan daging mentah atau kurang matang
  3. Cuci tangan setelah memegang daging mentah
  4. Jangan membersihkan kotak kotoran kucing secara langsung, mintalah orang lain untuk melakukannya
  5. Simpan kucing di dalam ruangan agar tidak terpapar
  6. Gunakan sarung tangan saat berkebun untuk menghindari kontak dengan tanah yang mungkin terinfeksi

Itulah beberapa penjelasan mengenai ibu hamil yang mengalami kondisi toksoplasmosis yang dapat menular pada bayinya serta cara untuk mengurangi risiko penyakit ini.

Apabila Anda mengalami gejala gangguan pendengaran segera diatasi agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah atau segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT