Toksoplasmosis: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatannya

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat Anda temukan di beberapa hewan, seperti kucing dan babi. Infeksi ini dapat menyebabkan kista di tubuh Anda, biasanya di bagian otak, otot dan jantung Anda. Tetapi jika sistem kekebalan tubuh Anda sehat, infeksi ini tidak akan menimbulkan masalah serius bagi Anda.

Dilansir dari WebMd, infeksi ini cenderung menyebabkan masalah pada orang yang sistem kekebalannya tidak kuat karena masalah kesehatan, seperti HIV dan beberapa jenis kanker atau perawatan kanker. Infeksi ini juga sangat berbahaya bagi wanita hamil karena dapat menular pada bayi yang berkembang dalam rahimnya dan dapat menyebabkan masalah pada otak atau mata.

Gejala Toksoplasmosis

Gejala toksoplasmosis dapat dirasakan berdasarkan usia penderitanya, berikut penjelasannya:

Gejala Toksoplasmosis Pada Bayi

Source: freepik.com

Bayi bisa mendapatkan toksoplasmosis dari ibunya yang terinfeksi sebelum atau selama kehamilan, bahkan banyak kasus keguguran akibat infeksi ini. Namun  jika bayi Anda selamat, ia mungkin memiliki masalah serius seperti:

  1. Kejang
  2. Hati atau limpa yang membesar 
  3. Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)
  4. Gangguan penglihatan

Seringkali, bayi dengan toksoplasmosis tidak menunjukkan tanda-tanda itu saat lahir. Gejala-gejalanya (seperti kehilangan pendengaran, cacat mental, atau infeksi mata yang parah) muncul pada masa remaja.

Gejala Toksoplasmosis pada Remaja dan Orang Dewasa

Gejala toksoplasmosis pada masa ini sangat mirip dengan flu. Mereka biasanya akan merasakan:

  1. Sakit kepala
  2. Pegal-pegal dan nyeri otot
  3. Demam
  4. Merasa lebih lelah dari biasanya

Jika sistem kekebalan tubuh Anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena masalah kesehatan lain, Anda juga mungkin mengalami gejala yang lebih serius, seperti:

  1. Kebingungan
  2. Kurang koordinasi
  3. Kejang
  4. Kesulitan bernafas
  5. Penglihatan kabur

Faktor Resiko Terkena Toksoplasmosis

Anda berisiko terkena penyakit toksoplasmosis jika Anda:

  1. Membersihkan benda yang terkena kotoran kucing terinfeksi secara langsung
  2. Menyentuh mulut Anda setelah berkebun dan secara tidak sengaja Anda mungkin menelan parasit penyebab toksoplasmosis
  3. Meminum air yang mengandung parasit di dalamnya
  4. Mengkonsumsi daging mentah atau kurang matang, terutama domba, babi, atau daging rusa
  5. Memakan buah atau sayuran yang tidak dicuci
  6. Anda juga bisa terkena jika Anda donor organ atau telah melakukan transfusi darah, jika ternyata pendonor darah sudah terinfeksi oleh parasit

Diagnosis Toksoplasmosis

Segera temui dokter, jika Anda merasakan gejala toksoplasmosis atau ingin berkonsultasi mengenai penyakit ini, dan juga jika Anda ingin hamil atau jika Anda memiliki masalah kesehatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda.

Apabila Anda memiliki infeksi, maka antibodi dalam tubuh Anda dapat melawannya.  Untuk mengetahui apakah Anda menderita toksoplasmosis atau tidak, dokter akan melakukan tes darah untuk melihat apakah Anda memiliki antibodi tersebut.

Jika Anda baru saja terinfeksi, tubuh Anda mungkin tidak menunjukkan gejalanya. Jadi, jika tes Anda tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi tersebut, dokter mungkin akan melakukan tes lain beberapa minggu kemudian untuk memastikan hasilnya.

Jika tes darah menunjukkan Anda memiliki antibodi, maka kemungkinan Anda akan menjalani tes lain. Sampel darah Anda akan diuji di lab spesialis toksoplasmosis untuk memastikan hasilnya benar. Nah jika benar, maka akan ada lebih banyak tes yang dapat dilakukan pada darah Anda untuk mengetahui kapan infeksi dimulai.

Pengobatan Toksoplasmosis

Source: freepik.com

Toksoplasmosis tidak menyebabkan masalah besar bagi banyak orang, jadi Anda mungkin tidak membutuhkan pengobatan jika sistem kekebalan tubuh Anda kuat. Tetapi, jika Anda HIV-positif atau AIDS, dokter akan merekomendasikan antibiotik sulfadiazine, dengan obat yang biasa digunakan untuk mengobati malaria yaitu pyrimethamine (Daraprim).

Untuk wanita hamil yang menderita toksoplasma, dokter akan meresepkan antibiotik yang disebut spiramisin untuk mencegah penularan pada bayi. Jika bayi Anda juga terinfeksi, mungkin dokter akan merekomendasikan sulfadiazine dan pyrimethamine, tetapi hanya setelah minggu ke-16 kehamilan. Dokter akan mengawasi bayi Anda dengan cermat untuk melihat tanda-tanda masalah.

Komplikasi Toksoplasmosis

Jika sistem kekebalan tubuh Anda normal, toksoplasmosis kemungkinan tidak menyebabkan komplikasi, namun Anda memiliki risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan serius akibat infeksi toksoplasmosis jika:

  1. Anda mengidap HIV atau AIDS
  2. Anda menjalani kemoterapi, yang mempengaruhi sistem kekebalan Anda
  3. Anda menggunakan steroid atau obat lain yang memiliki efek samping yang menekan sistem kekebalan tubuh

Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah (terutama karena HIV atau AIDS), toksoplasmosis bisa menjadi serius dan menyebabkan kejang atau ensefalitis. Orang yang menderita AIDS atau ensefalitis yang tidak diobati, dapat meninggal akibat toksoplasmosis. Sedangkan anak-anak dengan toksoplasmosis mungkin memiliki gangguan pendengaran, kebutaan dan cacat mental.

Pencegahan Toksoplasmosis

Source: freepik.com

Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mencegah toksoplasmosis, di antaranya yaitu:

  1. Lakukan imunisasi toksoplasma dan konsultasikan dengan dokter Anda
  2. Kenakan sarung tangan dan cucilah tangan Anda dengan seksama setelah bekerja di luar ruangan
  3. Jika Anda memiliki kotak pasir, tutupi kotak tersebut untuk mencegah kucing mengeluarkan kotoran
  4. Mencuci tangan setelah terpapar dengan feses kucing
  5. Bersihkan tangan, talenan, piring dan peralatan lainnya dengan air hangat dan sabun setelah memasak daging
  6. Pastikan makanan dimasak dengan baik, terutama daging, buah dan sayuran dicuci bersih, dan olah air yang Anda minum
  7. Hindari minuman yang mengandung hal-hal seperti susu kambing yang tidak dipasteurisasi dan telur mentah

Itulah beberapa penjelasan mengenai toksoplasmosis mulai dari gejala, penyebab, pencegahan dan pengobatannya yang harus anda ketahui. Apabila Anda mengalami gejala gangguan pendengaran segera diatasi agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah atau segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT