Stop Bersihkan Kotoran Telinga Anak dengan Cotton Bud!

Banyak orangtua yang masih menggunakan cotton bud untuk membersihkan kotoran telinga anaknya. Mereka tidak sadar, jika yang mereka lakukan dapat menimbulkan masalah pada pendengaran anak mereka. Lalu mengapa cotton bud tidak disarankan untuk membersihkan telinga? Dan bagaimana cara membersihkan telinga yang baik dan benar?

Studi Kasus

Source: freepik.com

Studi yang dipublikasikan secara online di the Journal of Pediatrics, Amerika Serikat ini memperkirakan setidaknya 12.500 anak-anak merasa sakit setelah membersihkan kotoran telinga. Ribuan anak-anak berada di ruang gawat darurat Amerika Serikat setiap tahun karena cedera telinga yang disebabkan oleh cotton bud

Analisis data federal menyatakan, sekitar 263.000 anak dirawat di departemen darurat karena cedera telinga yang disebabkan oleh cotton bud selama periode 21 tahun yaitu dari 1990-2010.

Seorang dokter THT Jatana, mengungkap bahwa membersihkan telinga di rumah menggunakan cotton bud merupakan kesalahpahaman terbesar.

“Kotoran telinga menjaga liang telinga agar tetap bersih. Namun, menggunakan cotton bud untuk membersihkan liang telinga tidak hanya mendorong kotoran masuk lebih dalam ke gendang telinga, melainkan ada risiko signifikan yang menyebabkan cedera ringan hingga parah pada telinga,” kata Jatana dalam sebuah rilis berita rumah sakit.

77% cedera terjadi ketika anak-anak menggunakan cotton bud sendiri untuk membersihkan telinga, 16% oleh orangtua dan 6% oleh saudara kandung. Menurut laporan, sebanyak dua pertiga pasien berusia dibawah 8 tahun dan 40% anak-anak berusia dibawah 3 tahun. 

Sebanyak 30% cedera yang terjadi yaitu cedera akibat adanya benda asing di telinga, 25% gendang telinga berlubang dan 23% cedera jaringan lunak. Cedera benda asing merupakan cedera paling umum di antara anak-anak berusia 8-17 tahun, sementara gendang telinga berlubang dialami oleh mereka yang berusia di bawah 8 tahun.

Penelitian menyebutkan bahwa 99% pasien mendapatkan perawatan dan telah sembuh. Namun, adanya kerusakan di gendang telinga, tulang-tulang pendengaran atau telinga dalam dapat menyebabkan pusing, gangguan keseimbangan dan gangguan pendengaran permanen.

Cara Membersihkan Kotoran Telinga dengan Baik

Source: freepik.com

Setelah membaca kasus tersebut, tentunya Anda sebagai orangtua harus waspada dan berhati-hati untuk membersihkan kotoran telinga anak. Jangan sampai, Anda merusak pendengaran mereka karena hal yang sepele.

Dikutip dari kidshealth, memasukkan benda asing apapun ke dalam telinga anak meningkatkan risiko infeksi atau kerusakan pada liang telinga maupun gendang telinga. Pada umumnya, telinga menghasilkan kotoran sebanyak yang dibutuhkan dan anak-anak jarang menghasilkan kotoran telinga yang terlalu banyak. 

Jangan membersihkan kotoran telinga yang menumpuk menggunakan cotton bud, jari maupun benda lainnya, karena hal tersebut hanya akan mendorong kotoran telinga lebih dalam dan mempengaruhi telinga, menyebabkan rasa sakit serta ketidaknyamanan.

Para ahli merekomendasikan tiga metode utama untuk menghilangkan kotoran telinga yang berlebihan dan dapat menyebabkan masalah, di antaranya yaitu:

1. Gunakan Obat Tetes

Untuk membersihkan telinga anak, Anda bisa menggunakan obat tetes telinga yang dapat melembutkan kotoran, yaitu tetes telinga berbahan dasar air seperti, asam asetat, hidrogen peroksida, atau salin steril atau bahan lain seperti minyak zaitun, maupun bahan non-air, yaitu berbahan karbamid peroksida, yang  tersedia dengan nama merek Debrox.  Sebagian besar dapat dibeli di apotek.

2. Irigasi Telinga (Ear Syringing)

Irigasi telinga adalah sebuah metode populer yang dilakukan oleh seorang dokter dengan menggunakan alat irigasi telinga manual atau elektronik untuk mengeluarkan kotoran telinga dari telinga anak. 

3. Pembersihan Manual

Metode ini juga cukup populer dimana dokter membersihkan kotoran telinga secara manual menggunakan alat khusus untuk menarik kotoran telinga. Selain itu kotoran telinga juga dapat dibersihkan dengan cara disedot keluar. Namun anda harus melibatkan dokter THT untuk melakukan cara ini.

Pembersihan manual bisa digunakan ketika Anda tidak dapat menggunakan obat tetes telinga ataupun irigasi, misalnya karena gendang telinga anak berlubang.

Dilansir dari chla.org, Anda juga bisa menggunakan kain atau tisu untuk menyeka kotoran yang telah bermigrasi keluar dari liang telinga. Atau keringkan telinga setelah mandi, instruksikan anak Anda untuk memiringkan telinga mereka ke satu sisi dengan handuk, dan kemudian memiringkan kepala mereka ke sisi lainnya. Hal tersebut memungkinkan air menetes keluar telinga dengan sendirinya.

Terkadang anak-anak memasukkan benda-benda kecil di saluran telinga mereka seperti manik-manik, kacang-kacangan, mainan kecil dan lainnya.  Jangan sekali-kali memasukkan apapun di liang telinga anak Anda untuk mengeluarkan benda asing.  Pengembalian benda asing di telinga hanya boleh dilakukan oleh seorang profesional dengan peralatan yang tepat seperti dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).  

Kenapa Harus Menghubungi Dokter?

Source: freepik.com

Hubungi dokter jika anak Anda memiliki masalah seperti:

  1. Sakit telinga, gatal, atau tidak nyaman (seperti perasaan tersumbat di telinga)
  2. Gangguan pendengaran
  3. Pada bayi dan balita, menarik telinga bisa menjadi tanda masalah telinga
  4. Adanya benda asing yang tertinggal di dalam telinga
  5. Keluarnya cairan dari telinga

Dokter dapat membersihkan kotoran telinga dengan berbagai cara, termasuk:

  1. Menariknya keluar, atau menyedotnya dengan instrumen khusus
  2. Meneteskan air hangat ke dalam lubang telinga untuk melembutkan kotoran.  Mereka mungkin meminta Anda untuk melakukan ini di rumah dan kemudian kembali ke dokter untuk menghilangkan kotoran

Proses ini hanya membutuhkan beberapa menit. Jika ada tanda infeksi pada telinga, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik tetes telinga.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penggunaan cotton bud yang mempengaruhi kesehatan telinga. Sebaiknya Anda juga memberitahu anak-anak untuk tidak memasukkan apapun ke dalam telinga mereka. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat tetes telinga yang dijual bebas.

Apabila anak Anda mengalami gejala gangguan pendengaran, segera diatasi agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah atau segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT