Siapa yang Lebih Beresiko Terkena Gangguan Pendengaran?

Gangguan pendengaran bisa terjadi pada siapa saja, terlepas dari usia atau latar belakang Anda. Namun pernahkah Anda berpikir, siapa yang lebih beresiko terkena gangguan pendengaran? Laki-laki atau perempuan?

Dikutip dari hearingaids.com, laki-laki memiliki risiko yang lebih besar terkena gangguan pendengaran dibandingkan perempuan. Hal ini juga dibuktikan oleh studi yang dilakukan Johns Hopkins University pada tahun 2008 yang membuktikan jika laki-laki memiliki risiko gangguan pendengaran 5 kali lebih besar dibandingkan perempuan.

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh usia dan ras keduanya, dimana kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dimulai sekitar usia 30 tahun. Laki-laki ras kaukasia menunjukkan prevalensi tertinggi gangguan pendengaran. 

Faktor Gangguan Pendengaran Pada Laki-laki

Source: freepik.com

Mungkin Anda berpikir perbedaan risiko terkena gangguan pendengaran antara laki-laki dan perempuan disebabkan karena perbedaan biologis. Padahal ada beberapa faktor lain yang menyebabkan laki-laki cenderung terkena gangguan pendengaran dibandingkan perempuan, diantaranya seperti berikut: 

Faktor Lingkungan Pekerjaan

Kesenjangan tersebut dapat dilihat berdasarkan lingkungan atau jenis pekerjaan antara perempuan dan laki-laki. Dimana biasanya laki-laki berada di lingkungan pekerjaan yang melibatkan mesin yang bising, sehingga mereka sering terkena paparan suara keras.

Dikutip dari WebMd, hasil penelitian menyatakan

Gangguan pendengaran lebih sering terjadi pada pria, dan pada mereka yang bekerja di lingkungan bising.

Hasil penelitian yang menganalisis informasi dari 3285 orang dengan rentang usia 21-84 tahun, di mana rata-rata gangguan pendengaran disebabkan karena mendengar suara lebih dari 25 desibel.

Terdapat peraturan yang mewajibkan pekerja menggunakan perlindungan telinga di tempat yang bising atau saat kondisi volume suara tidak aman. Namun sayangnya, di tempat kerja, masih banyak laki-laki yang tidak peduli dengan kesehatan pendengarannya.

Faktor Perilaku

Pada dasarnya, laki-laki dan perempuan dilahirkan dengan tingkat pendengaran yang sama. Para audiolog  menyimpulkan, faktor perilaku berperan besar dalam menciptakan kesenjangan tingkat risiko terkena gangguan pendengaran, antara laki-laki dan perempuan. 

Perilaku merokok pada laki-laki tidak baik untuk kesehatan dan bisa menyebabkan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau penyakit jantung. Hal tersebutlah yang menyebabkan gangguan pendengaran. Banyak penelitian menyatakan masalah tersebut lebih sering terjadi pada laki-laki. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh American Journal of Medicine, menyatakan jika penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dan penghilang rasa sakit secara teratur seperti asetaminofen dan aspirin bisa menyebabkan gangguan pendengaran dini pada laki-laki di bawah 60 tahun.

Mengatasi Stigma Gangguan Pendengaran Pada Pria

Terlepas dari faktor risiko tersebut, terdapat stigma sosial bahwa laki-laki identik sebagai individu yang kuat, sementara penggunaan alat bantu dengar dinilai sebagai kelemahan. Sehingga banyak banyak laki-laki yang menolak memakai alat bantu dengar. 

Padahal, gangguan pendengaran harus diatasi sejak dini agar tidak menimbulkan komplikasi yang serius. Selain itu, mengatasi gangguan pendengaran sejak dini dipercaya dapat mencegah timbulnya demensia dan penyakit alzheimer, serta melindungi diri dari perasaan depresi atau kecemasan.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak peduli terhadap kesehatan pendengaran, serta tidak mengetahui berbagai tipe gangguan pendengaran. Beberapa diantaranya ada yang mempengaruhi kemampuan telinga untuk mendengar dan suara jadi teredam.

Dilansir dari hearingaids.com, laki-laki sulit memahami suara konsonan dengan nada yang tinggi, sedangkan wanita berjuang untuk memahami suara vokal yang berat dan bulat. Hal tersebut menyebabkan pasangan kesulitan berkomunikasi.

Itulah beberapa penjelasan mengapa laki-laki lebih beresiko terkena gangguan pendengaran. Jangan sampai gangguan pendengaran pada laki-laki ini menjadi epidemi. Oleh sebab itu, mulailah peduli terhadap kesehatan telinga dan atasi segera bila mengalami gejala gangguan pendengaran.

Semoga artikel Ini bisa memberikan manfaat yang baik dan semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan pendengarannya.

Apabila Anda mengalami gejala gangguan pendengaran, segera diatasi agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah atau segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT