Presbikusis: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Presbikusis adalah penurunan kemampuan pendengaran yang biasanya dialami oleh orang-orang usia lanjut. Seseorang yang mengalami penyakit ini memiliki kepekaan yang rendah terhadap suara tinggi atau keras.

Penyakit ini biasanya dialami oleh orang yang berusia 65 tahun ke atas. Pada usia ini beberapa fungsi dari tubuh Anda akan mengalami penurunan seiring dengan proses penuaan.

Di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 30-45% masyarakat di atas umur 65 tahun didiagnosis menderita presbikusis terutama laki-laki. Walaupun begitu, Anda tidak perlu khawatir, karena tidak semua orang yang lanjut usia akan mengalami presbikusis ini.

Meskipun ada kemungkinan tidak terkena penyakit ini, Anda masih perlu tahu tentang presbikusis. Penyakit ini memang bukan kondisi yang berbahaya, namun tetap perlu diwaspadai. Sebab, apabila Anda mengidap penyakit ini, kehidupan sehari-hari Anda akan sangat terganggu.

Penyebab Presbikusis

Sesuai pengertian presbikusis di atas, penyakit ini umumnya disebabkan oleh proses penuaan yang menurunkan fungsi pendengaran seseorang. Dalam proses penuaan, gangguan pendengaran bisa terjadi karena rusaknya gendang telinga, tumbuhnya tumor, penumpukan kotoran, infeksi, atau kelainan pada tulang telinga. Selain itu, presbikusis bisa juga terjadi karena perubahan struktur di telinga tengah ataupun gangguan saraf dalam penghantaran suara ke otak.

Faktor-Faktor Presbikusis

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko menurunnya fungsi pendengaran, yaitu:

  1. Terpapar lingkungan yang bising. Bila Anda berada di lingkungan yang bising dan dalam jangka waktu yang lama, maka kemampuan mendengar Anda akan menurun. Misalnya, Anda tinggal di daerah pabrik yang suara mesinnya sangat bising.
  2. Bagi Anda yang memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya dikurangi atau berhenti. Kandungan buruk dalam rokok akan menyebabkan fungsi tubuh dan pendengaran Anda menurun.
  3. Kebiasaan mendengarkan suara keras dengan durasi yang lama, seperti mendengarkan musik menggunakan earphone dengan volume yang sangat keras.
  4. Mengonsumsi obat yang berpotensi merusak fungsi pendengaran, seperti antibiotik golongan aminoglikosida, beberapa obat kemoterapi, senyawa logam berat, aspirin, sildenafil, dan obat antimalaria.
  5. Koklea bisa rusak karena demam tinggi. Penyakit yang menimbulkan gejala demam tinggi akan menurunkan kemampuan mendengar, misalnya meningitis.
  6. Beberapa penyakit yang menghambat aliran darah ke telinga, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.
  7. Faktor keturunan. Jika di keluarga Anda ada riwayat orang yang terkena presbikusis, maka ada kemungkinan Anda akan terkena juga.
  8. Memiliki gangguan imunitas atau kekebalan tubuh.

Gejala Presbikusis

Seseorang yang menderita presbikusis biasanya tidak menyadari gejalanya, karena gejala presbikusis muncul secara perlahan dan bertahap. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala di bawah ini segeralah konsultasikan ke dokter. Berikut beberapa gejala yang perlu Anda waspadai:

  1. Sering meminta orang lain mengulangi perkataan.
  2. Sulit memahami perkataan orang lain, terutama saat keadaan bising dan ramai.
  3. Menghindari percakapan dengan orang lain karena memang sulit mendengar perkataan mereka.
  4. Menaikkan volume televisi, radio, ponsel, dan perangkat lainnya.
  5. Telinga sering berdengung.
  6. Berbicara dengan suara yang tinggi atau keras.

Penderita yang mengalami gejala di atas sering mengabaikan gejala-gejala tersebut. Terkadang mereka menerima saja, karena dianggap penyakit orang tua. Padahal keadaan sebenarnya mereka butuh bantuan tenaga medis.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini membuat penderita presbikusis kurang percaya diri ketika berkomunikasi. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala presbikusis yang disertai sakit kepala, demam, atau penglihatan kabur, segeralah periksa ke dokter. Jangan tunggu lebih lama lagi, karena bisa membuat penyakit ini semakin parah.

Cara Menangani Presbikusis

Penanganan terhadap penderita presbikusis sangat bervariasi, karena setiap penderita memiliki penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda. Namun cara yang paling sering digunakan adalah dengan penggunaan alat bantu dengar. Penderita presbikusis yang mengalami kerusakan telinga bagian dalam akan menggunakan alat bantu ini.

Dengan alat bantu dengar, Anda bisa mendengar suara lebih keras dan jelas. Jadi, Anda tidak perlu lagi meminta orang lain untuk mengulangi perkataannya. Hal ini tentunya akan mempermudah Anda dalam berkomunikasi. Selain dengan alat bantu dengar, ada beberapa cara untuk menangani presbikusis, yakni:

1. Implan Koklea

Koklea berfungsi mengambil dan menyampaikan getaran suara ke otak melalui saraf pendengaran. Implan koklea bisa menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki fungsi pendengaran yang bermasalah. Implan ini merupakan tindakan menanam elektroda untuk organ pendengaran yang berisi saraf-saraf pendengaran yang letaknya di telinga dalam. Elektroda akan menggantikan fungsi koklea sebagai organ pendengaran.

2. Terapi Membaca Gerak Bibir

Metode ini akan membantu penderita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Metode ini akan diajarkan oleh ahli terapi yang akan mengajarkan penderita membaca gerak bibir yang benar. Jika bisa membaca gerak bibir orang lain, maka Anda akan memahami perkataan lawan bicara walaupun pendengaran Anda kurang baik.

3. Membersihkan Kotoran Telinga

Metode ini dilakukan untuk mengeluarkan kotoran telinga yang tersumbat di bagian dalam. Cara yang digunakan adalah disedot atau dibersihkan dengan alat khusus.

4. Operasi Telinga

Apabila penyebab kehilangan pendengaran karena kelainan pada tulang telinga, infeksi yang berulang, dan cedera, maka cara menanganinya adalah dengan prosedur operasi.

Cara Mencegah Presbikusis

Presbikusis mungkin salah satu penyakit yang sulit dicegah, namun bukan berarti tidak bisa. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini muncul lebih awal:

  1. Jika Anda berada di lingkungan yang bising atau berisik untuk waktu yang lama, gunakanlah pelindung telinga.
  2. Jangan memasukkan cairan atau benda apapun ke dalam telinga tanpa sepengetahuan dokter.
  3. Anda juga perlu mengurangi, bahkan berhenti merokok.
  4. Lakukanlah pemeriksaan fungsi pendengaran secara berkala ke dokter.
  5. Hindarilah aktivitas yang berpotensi merusak fungsi pendengaran, misalnya mendengar musik menggunakan earphone dengan volume tinggi.
  6. Mulai mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi dan rajin berolahraga untuk mencegah penyakit seperti diabetes.

Setelah membaca penyebab, gejala, dan cara menangani presbikusis di atas, pastinya Anda akan semakin waspada agar tidak mengalami presbikusis. Namun jika Anda merasakan gejala presbikusis, jangan takut untuk berkonsultasi kepada kami di Ruang Mendengar. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kami secara gratis dan mendapatkan pelayanan sesuai keluhan yang Anda rasakan.

ARTIKEL TERKAIT