Penyebab, Gejala dan Jenis Gangguan Pendengaran pada Anak

Gangguan pendengaran merupakan masalah kesehatan yang berhubungan dengan indra pendengaran, dimana telinga tidak bisa menangkap atau mendengarkan suara di sekitar. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, balita, anak-anak, hingga dewasa. Gangguan pendengaran pada anak yang baru lahir bisa menghambat perkembangannya, karena indra pendengaran menjadi salah satu cara untuk anak mempelajari sesuatu.

Anda bisa melihat kondisi tersebut pada anak melalui perkembangan kemampuan bicaranya, emosional serta sosialnya. Masih banyak ditemui kasus di Indonesia bahwa masih ada anak-anak yang terlambat didiagnosis gangguan pendengaran. Nah, apabila anak Anda ada yang sudah berusia 1 tahun, namun tidak menengok ketika dipanggil dan tidak banyak mengoceh, maka Anda harus waspada. Karena, bisa saja anak Anda mengalami gangguan pendengaran. Sebaiknya lakukan deteksi dini gangguan pendengaran sejak bayi baru lahir.

Ada berbagai penyebab gangguan pendengaran pada anak, diantaranya seperti kelainan genetik, infeksi telinga, cedera di kepala, penyakit yang memicu gangguan pendengaran, efek samping obat-obatan, faktor keturunan, mendengarkan musik atau suara keras dan lainnya.

Gejala Gangguan Pendengaran Pada Anak

Source: freepik.com

Banyak orang tua yang masih belum menyadari gangguan pendengaran pada anak. Padahal, mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini sangat penting dilakukan untuk menentukan solusi terbaik untuk mengatasi gangguan pendengarannya. Berikut ini merupakan beberapa gejala gangguan pendengaran pada anak sesuai dengan usia anak, diantaranya sebagai berikut:

Usia 0-3 Bulan 

  1. Bayi tidak terkejut saat mendengar suara keras
  2. Bayi tidak merespon apapun ketika diajak berbicara
  3. Bayi tidak bisa membuat suara-suara yang terdengar menyenangkan, seperti “aah” dan “uuh”
  4. Bayi tidak dapat menangis dengan beberapa cara yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya

Usia 4-6 Bulan 

  1. Bayi tidak merespon gerakan apapun saat mendengar suara
  2. Bayi tidak memberikan respon terhadap perubahan intonasi suara Anda
  3. Bayi tidak tertarik dengan mainan yang mengeluarkan bunyi
  4. Bayi tidak memperhatikan ketika didengarkan musik
  5. Bayi tidak dapat mengoceh seperti “mamama”, “baba-baba”, dan “papapa”
  6. Bayi tidak mengoceh meskipun merasa antusias atau tidak suka

Usia 7-12 Bulan

  1. Bayi tidak menengok dan melihat ke arah datangnya suara
  2. Bayi tidak memiliki respon mendengarkan ketika diajak bicara
  3. Bayi tidak memahami kata-kata yang bersifat umum seperti “mama”, “makan”, & “minum”
  4. Bayi tidak memberikan respon apapun ketika diberikan perintah sederhana, misalnya dipanggil agar mendekat
  5. Bayi tidak bisa mengoceh menggunakan beberapa kelompok suara panjang dan pendek seperti “tata, bibibii”
  6. Bayi tidak dapat mengucapkan satu atau dua kata bermakna seperti “mama, dada” saat usianya dua belas bulan

Penyebab Gangguan Pendengaran Pada Anak

Source: freepik.com

Selain faktor keturunan dan kelainan genetik, gangguan pendengaran pada anak bisa terjadi karena beberapa hal lain, diantaranya sebagai berikut:

  1. Infeksi virus atau bakteri pada ibu hamil
  2. Ibu hamil menggunakan obat-obat yang ototoksik
  3. Mempunyai riwayat penyakit kuning
  4. Mempunyai riwayat infeksi pada otak/selaput otak 
  5. Mempunyai riwayat infeksi telinga

Jenis Gangguan Pendengaran Pada Anak

Berikut ini merupakan jenis-jenis gangguan pendengaran anak dan cara mengatasinya, diantaranya sebagai berikut:

1. Tuli Kongenital

Tuli kongenital merupakan gangguan pendengaran yang terjadi sejak lahir, baik sebagian maupun total. Biasanya tuli ini diakibatkan dari faktor-faktor saat kehamilan ataupun kelahiran, misalnya faktor genetik. 

Untuk menanganinya Anda bisa pergi ke dokter THT, audiologist, dan dokter anak. Penanganan yang dilakukan biasanya berupa penggunaan alat bantu dengar atau implan koklea. Dan jika pada beberapa kasus gangguan pendengaran anak tidak dapat terbantu dengan alat bantu dengar maupun implan koklea, maka sebaiknya anak mulai dikenalkan bahasa isyarat sejak dini.

2. Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB)

Jenis gangguan pendengaran ini diakibatkan karena sering terpapar suara bising misalnya dari tempat bermain anak, atau penggunaan gadget dan headphone dalam jangka waktu lama. Untuk mencegahnya, hindari anak dari tempat yang memiliki kebisingan di atas 90 desibel.

3. Otitis Media Akut

Otitis Media Akut atau OMA merupakan infeksi akut telinga tengah yang disebabkan karena virus atau bakteri. Penyakit ini biasanya diawali dari ISPA, batuk atau pilek. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan mengontrolnya ke dokter spesialis THT. Dikutip dari WebMd dalam kasus yang parah, otitis media akut bisa bersifat permanen. 

Cara Mendeteksi Gangguan Pendengaran Pada Anak

Source: istockphoto.com

Apabila anak Anda menunjukkan gejala seperti di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Beritahukan tanda-tanda seperti tidak ada respon saat dipanggil namanya atau perkembangan berbicara yang terlambat agar dokter dapat melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebabnya.

Biasanya gangguan pendengaran anak bisa bersifat sementara atau permanen. Meskipun begitu, kondisi tersebut harus segera dideteksi dan ditangani sedini dan seefektif mungkin, agar tumbuh kembang anak bisa berjalan sesuai dengan usianya tanpa hambatan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai gangguan pendengaran anak mulai dari gejala, penyebab, jenis serta cara mendeteksi gangguan pendengaran pada anak. Sebagai orangtua Anda harus bisa mengenali gejala gangguan pendengaran pada anak agar dapat diatasi secepatnya. 

Apabila anak Anda mengalami gejala gangguan pendengaran, segera diatasi agar tidak menghambat tumbuh kembang anak atau segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut

ARTIKEL TERKAIT