Ini 5 Penyebab Telinga Sakit yang Harus Anda Ketahui!

Penyebab telinga sakit sangat bermacam-macam. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa pun dan sangat umum terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Telinga sakit bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi hingga cedera.

Seperti kita ketahui, telinga adalah salah satu indera penting yang berperan dalam proses pendengaran. Adanya masalah pada telinga akan membuat sistem pendengaran Anda terganggu.

Ada tiga bagian utama pada telinga, yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Seluruh bagian ini harus bekerja dengan baik agar telinga Anda bisa berfungsi dengan normal. 

Sakit telinga sering kali diabaikan oleh banyak orang. Padahal, masalah ini harus segera dikonsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja penyebab sakit telinga. Berikut beberapa di antaranya:

1. Barotrauma Telinga

Barotrauma telinga merupakan cedera telinga yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara di telinga secara mendadak. Kondisi ini bisa terjadi karena Anda melakukan aktivitas tertentu, misalnya bepergian dengan pesawat, mendaki gunung, berkendara ke tempat yang tinggi, atau menyelam di kedalaman tertentu.

Jika Anda mengalami ini, gejala utama yang biasanya akan dirasakan adalah nyeri, telinga terasa tersumbat, hilang pendengaran, dan kepala terasa pusing. Apabila Anda mengabaikan kondisi ini, maka telinga akan tertekan dan dapat menyebabkan kebocoran pada gendang telinga.

Saat berpergian menggunakan pesawat, Anda bisa mengunyah permen saat di dalam pesawat, menguap, dan menelan saat lepas landas dan mendarat. Anda juga harus menghindari bepergian dengan pesawat atau menyelam ketika Anda menderita alergi atau pilek.

2. Penyakit Meniere

Salah satu penyebab telinga sakit adalah penyakit meniere. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan di telinga bagian dalam yang biasanya terjadi pada salah satu telinga. Tiga gejala utama penyakit ini adalah pusing yang berputar, tinnitus (telinga berdenging) atau telinga terasa penuh, dan penurunan pendengaran.

Dari 1000 orang di seluruh dunia, 12 orang mengalami penyakit meniere. Setiap tahun ada kemungkinan 100.000 pasien mengidap penyakit meniere. Di Amerika Serikat, sekitar 2% dari penduduk percaya bahwa mereka memiliki gejala yang mengindikasikan penyakit meniere.

Penyakit ini lebih sering diderita oleh orang dewasa dan paruh baya, dengan jenjang usia 25-50 tahun. Penyakit meniere dapat ditangani dengan memberikan suntikan di telinga bagian tengah, mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi vertigo, atau operasi.

3. Tinnitus

Saat menderita tinnitus, Anda akan merasakan suara dengung dari dalam telinga. Suara tersebut bukan suara yang berasal dari luar tubuh. Kondisi ini bisa terjadi karena terjadi infeksi di telinga bagian tengah dan dalam. Selain itu, tinnitus juga bisa muncul karena pertambahan usia, konsumsi obat tertentu, cedera leher atau kepala, dan sering terpapar suara keras.

Penanganan tinitus dilakukan dengan mendiagnosis penyebabnya terlebih dulu. Setelah dokter mengetahui penyebab tinnitus yang Anda derita, dokter akan melakukan penanganan yang sesuai. Tinnitus yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah akan ditangani dengan memberikan obat-obatan atau operasi. Sementara tinnitus yang disebabkan oleh efek samping dari obat, maka obat akan diganti.

Anda juga bisa melakukan beberapa cara ini untuk mengatasi tinnitus, misalnya membersihkan kotoran telinga, menghindari bunyi yang terlalu keras.

4. Infeksi Telinga

Infeksi telinga disebabkan oleh pembengkakkan atau penyumbatan di saluran eustachius yang umumnya terjadi pada telinga bagian tengah, sehingga terjadi penumpukan cairan pada telinga. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh alergi, batuk pilek, infeksi sinus, merokok, atau produksi lendir yang berlebihan.

Infeksi ini sering terjadi pada anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 10 tahun. Gejala infeksi telinga ditandai dengan munculnya rasa nyeri di telinga bagian dalam, keluarnya cairan dari telinga, dan berkurangnya kemampuan mendengar.

Infeksi telinga bisa sembuh dengan sendirinya. Jika infeksi menimbulkan rasa sakit yang tidak bisa ditahan lagi, Anda bisa meredakan rasa sakit dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Selain itu, Anda juga bisa mengompres telinga yang terinfeksi menggunakan kompres hangat dan menggunakan obat tetes telinga untuk meredakan peradangan.

Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik, segeralah periksa ke dokter. Dokter akan memberikan antibiotik apabila infeksi menunjukkan gejala yang lebih berat seperti sakit kepala, demam, dan pusing.

5. Penumpukan Kotoran Telinga

Normalnya, telinga menghasilkan dan mengeluarkan kotoran secara alami. Saat proses mengeluarkan kotoran tidak berhasil, akan terjadi penumpukan kotoran pada telinga, sehingga saluran telinga Anda akan tersumbat dan bisa menimbulkan rasa sakit. 

Selain rasa sakit, kemampuan mendengar Anda akan berkurang karena getaran suara yang masuk terhalang oleh kotoran yang mengeras. Oleh karena itu, Anda harus membersihkan telinga secara rutin agar kotoran tidak menumpuk.

Saat membersihkan telinga, gunakanlah peralatan yang sesuai. Jangan gunakan cotton bud karena justru bisa membuat kotoran semakin menumpuk. Cotton bud hanya akan mendorong kotoran telinga masuk lebih jauh ke dalam saluran telinga. 

Anda harus segera menemui dokter, jika terjadi penumpukan kotoran pada telinga. Dokter akan mengeluarkan kotoran dan membersihkan saluran telinga dengan alat khusus.

Itulah beberapa penyebab telinga sakit yang biasanya muncul. Jika Anda merasakan perasaan tidak nyaman atau sakit di telinga, segeralah konsultasikan dengan dokter. Jika sibuk dan tidak punya waktu, Anda juga dapat berkonsultasi dengan Ruang Mendengar. Kami akan memberikan saran terbaik terkait masalah pada telinga Anda.

ARTIKEL TERKAIT