Ciri-Ciri Gendang Telinga Pecah dan Cara Menanganinya

ciri gendang telinga pecah

Gendang telinga yang pecah merupakan kondisi di mana terdapat robekan atau lubang pada gendang telinga. Gendang telinga adalah lapisan di bagian tengah saluran telinga yang berguna untuk mendeteksi suara. Pada gendang telinga, suara akan diubah menjadi getaran yang akan diterima oleh tulang tengah telinga. Getaran tersebut diubah menjadi sinyal suara yang dikirim ke otak.

Tanpa gendang telinga, Anda tidak akan bisa mendengar suara dari luar. Anda harus berhati-hati, karena rusaknya gendang telinga bisa menyebabkan hilangnya pendengaran. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui apa saja ciri-ciri gendang telinga pecah. Dengan mengetahui ciri-cirinya, Anda bisa mengambil langkah penanganan yang tepat lebih awal, sehingga gejalanya tidak menjadi lebih parah. 

Ciri-Ciri Gendang Telinga Pecah

Anda mungkin tidak bisa menyadari gejala awal ketika gendang telinga pecah. Biasanya Anda baru bisa mengetahuinya setelah memeriksakan diri ke dokter. Salah satu gejala awal pecahnya gendang telinga adalah ketika Anda bisa merasakan udara keluar dari telinga saat membuang napas. Selain itu, berikut ciri-ciri gendang telinga pecah yang harus Anda waspadai:

  1. Anda merasa ada sensasi berputar (vertigo). Anda akan merasa mual atau muntah akibat vertigo ini
  2. Terjadi kehilangan atau penurunan pendengaran pada salah satu telinga atau di kedua bagian telinga
  3. Anda merasakan telinga berdenging (tinnitus)
  4. Merasa pusing
  5. Terdapat darah atau nanah pada saluran telinga
  6. Anda merasakan nyeri telinga yang sangat tajam dan munculnya mendadak
  7. Demam
  8. Lemas
  9. Gatal

Pada beberapa kasus, seseorang yang mengalami gendang telinga pecah tidak mengalami gejala di atas. Apabila Anda mengalami kecelakaan atau cedera yang bisa membahayakan telinga, maka segera periksakan diri ke dokter.

Pengobatan Gendang Telinga Pecah

Biasanya, gendang telinga pecah bisa sembuh sendiri dalam jangka waktu 6-8 minggu. Namun jika Anda harus menerima pengobatan, dokter akan memberikan antibiotik dalam bentuk obat tetes telinga. Obat ini berfungsi untuk mencegah atau mengobati infeksi pada telinga Anda.

Selain memberi obat antibiotik, dokter juga memberikan penanganan lanjutan seperti:

1. Menambal Gendang Telinga yang Robek

Jika robekan pada gendang telinga berukuran kecil, dokter akan menambal telinga Anda menggunakan semacam kertas khusus atau gel. Prosedur ini biasanya berlangsung selama 15-30 menit. Prosedur ini disebut miringoplasti.

Sementara jika robekan pada gendang telinga cenderung besar, dokter akan melakukan tindakan anestesi, dan Anda tidak akan sadarkan diri selama operasi berlangsung.

2. Memberikan Obat Pereda Rasa Sakit 

Dokter akan menyarankan Anda mengonsumsi obat pereda nyeri, jika gendang telinga yang pecah menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Obat yang disarankan seperti paracetamol atau ibuprofen.

3. Timpanoplasti

Timpanoplasti atau operasi gendang telinga masih sangat jarang dilakukan. Operasi dilakukan dengan mencangkok jaringan lain ke gendang telinga yang pecah.

Selain perawatan yang diberikan oleh dokter, Anda juga bisa melakukan perawatan sendiri di rumah agar gendang telinga cepat pulih. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Ketika mandi, gunakan penutup telinga atau alat lain untuk mencegah masuknya air ke dalam telinga. Anda harus menjaga telinga tetap kering.
  2. Anda harus menghindari kegiatan yang bisa membuat telinga terkontaminasi, misalnya berenang. Kegiatan ini lebih baik dihindari selama proses penyembuhan telinga. Anda bisa kembali berenang setelah telinga sembuh total.
  3. Jangan menahan napas saat Anda bersin. Tekanan pada telinga akan meningkat jika Anda menahan napas saat bersin atau meniup sesuatu. Tekanan tersebut bisa memperburuk keadaan telinga Anda yang masih dalam proses pemulihan. 
  4. Anda perlu menahan keinginan untuk membersihkan telinga. Tindakan ini bisa memperparah kondisi gendang telinga yang pecah. Jadi, untuk sementara waktu, telinga Anda tidak perlu dibersihkan. Bersihkan kembali ketika telinga Anda sudah pulih.

Pencegahan Gendang Telinga Pecah

Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya gendang telinga pecah:

  1. Anda tidak boleh menggunakan benda tajam atau keras untuk membersihkan telinga, karena bisa membuat telinga terluka atau infeksi
  2. Tidak melakukan perjalanan menggunakan pesawat ketika sedang flu atau pilek
  3. Anda harus membersihkan telinga secara perlahan-lahan dan hati-hati
  4. Jika Anda bekerja di tempat yang bising, gunakanlah penutup telinga
  5. Agar tekanan dalam telinga stabil, Anda bisa mengunyah permen karet atau menguap

Dengan mengetahui ciri-ciri gendang telinga pecah, Anda bisa semakin cepat menemui dokter dan mendapatkan perawatan yang tepat. Sebelum melakukan pemeriksaan, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan misalnya kebiasaan Anda dalam membersihkan telinga, riwayat penyakit, gejala yang dialami, dan lingkungan tempat tinggal Anda.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan gendang telinga pecah. Anda akan dirujuk ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter THT akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pecahnya gendang telinga. Tes yang dilakukan berupa otoskopi, timpanometri, uji laboratorium, dan audiometri.

Jika gendang telinga pecah, kegiatan sehari-hari akan terganggu. Sehingga Anda harus menjaga kesehatan telinga dengan baik. Sebagai langkah pencegahan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan kami melalui Ruang Mendengar. Anda bisa menanyakan apa pun tentang kesehatan telinga agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. 

ARTIKEL TERKAIT