Bajaj Menyebabkan Gangguan Pendengaran? Simak Penjelasannya!

Siapa yang tidak kenal bajaj? Pasalnya, kendaraan bermotor roda tiga ini sering ditemukan di Jakarta. Selain di Jakarta, bajaj juga biasa digunakan di kota Pekanbaru, Banjarmasin dan beberapa kabupaten di Indonesia sebagai transportasi umum.

Banyak orang yang mengatakan jika bajaj memiliki bentuk yang unik, meskipun begitu, tahukah Anda bahwa supir bajaj harus membayar resiko yang besar? Karena suara mesin yang bising atau keras dari bajaj tersebut bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Terlebih bila mengendarai bajaj terlalu sering, dampaknya bisa tuli.

Apa Itu Gangguan Pendengaran?

Source: freepik.com

Gangguan pendengaran merupakan kondisi dimana kemampuan Anda dalam mendengar dan memahami ucapan menurun. Kehilangan pendengaran dapat terjadi karena apapun yang menyebabkan telinga atau saraf tidak bisa meneruskan suara ke otak dengan baik. Ada beberapa hal yang menyebabkan gangguan pendengaran, salah satunya mendengarkan suara bising yang melebihi batas aman untuk telinga.

Suara bising atau keras yang biasa didengar bisa merusak sel-sel rambut, membran saraf, atau bagian lainnya pada telinga. Dimana suara yang sangat keras membuat sel rambut bekerja dengan lebih cepat dan dapat menyebabkan sel rambut melemah bahkan mati. Bahkan, bila sering terpapar suara bising bisa menyebabkan gangguan pendengaran bersifat sementara atau permanen.

Suara keras sangat berbahaya bagi telinga dalam (koklea) dan dapat merusak sel serta membran di koklea. Bahkan ketika mengalami gangguan pendengaran, efek bahayanya akan berlanjut meskipun paparan kebisingan sudah berhenti. Biasanya, hal tersebut menandakan kerusakan yang ada pada telinga bagian dalam atau sistem saraf pendengaran bersifat permanen.

Kebisingan Menyebabkan Sel-sel Rambut Pada Telinga Rusak

Source: freepik.com

Dikutip dari WebMd, rata-rata orang dilahirkan memiliki 16.000 sel rambut dalam koklea yang berguna bagi otak untuk mendeteksi suara. Ketika sel rambut di telinga mengalami kerusakan hingga 30-50%, hal tersebut menyebabkan gangguan pendengaran dan sel rambut tidak bisa diperbaiki.

Ketika Anda meninggalkan tempat yang bising seperti pertandingan sepakbola, konser, dan lainnya mungkin Anda akan merasakan penurunan fungsi pendengaran. Sehingga Anda mengalami gejala seperti tinnitus atau telinga berdenging, suara teredam, dan tidak bisa mendengar suara dengan baik. Hal tersebut juga dirasakan oleh supir bajaj, karena mereka harus mendengar mesin bajaj yang cukup keras.

Untuk kembali normal diperlukan beberapa waktu. Dimana sel-sel rambut akan bengkok ketika mendengar suara keras dan bisa lurus kembali setelah pemulihan atau berhenti mendengar suara keras. Namun, sel-sel rambut akan mati ketika suara keras tersebut didengar secara terus-menerus.

Kebisingan Menyebabkan Saraf Telinga Rusak

Selain merusak sel-sel rambut, kebisingan juga bisa merusak saraf pendengaran yang berfungsi untuk membawa informasi suara ke otak. Pada awalnya mungkin tidak disadari, namun seiring berjalannya waktu bisa menyebabkan gangguan pendengaran yang menyulitkan Anda untuk mendengar suara.

Pengemudi Bajaj Beresiko Terkena Gangguan Pendengaran?

Source: freepik.com

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, bahwa bajaj dilengkapi dengan mesin bising yang bisa merusak indra pendengaran. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja 1999 tentang Batas Intensitas dan Lama Pajanan Suara (lama mendengar suara), intensitas suara hanya bisa didengar dalam waktu 4 jam perhari. Volume suara yang normal untuk didengar yaitu 30-50 desibel atau sama seperti suara orang ketika bercakap.

Dilansir dari kompas.com, Prof.Dr.dr. Jenny Bashiruddin, Sp.THT-KL yang merupakan spesialis THT meneliti beberapa sopir bajaj. Hasilnya sangat mengejutkan, dimana mayoritas sopir bajaj mengalami gangguan pendengaran. 

Jika sopir bajaj melayani penumpang hanya sebentar maka tidak terlalu berdampak. Nyatanya, sopir bajaj bekerja hingga 8 jam dengan intensitas bising hingga 85 desibel. Padahal, untuk tingkat kebisingan 91 desibel saja tidak boleh lebih dari 2 jam dan 100 desibel tidak boleh lebih dari 15 menit.

Penelitian tersebut hanya dilakukan pada sopir bajaj lama dan bukan pada sopir bajaj yang sudah menggunakan BBG. Dari 350 supir bajaj yang diteliti, sekitar 72,82% mengalami masalah pada telinga. dimana 27,71% mengalami gangguan keseimbangan, 17,4% mengalami gangguan pendengaran dan 27,4% mengalami keduanya yaitu gangguan keseimbangan dan gangguan pendengaran. Bahkan, supir bajaj memiliki resiko tinggi terhadap ketulian yang bersifat permanen.

Itulah beberapa penjelasan mengenai hubungan antara bajaj dan gangguan pendengaran. Semoga artikel Ini bisa memberikan manfaat yang baik dan semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan pendengarannya.

Apabila Anda mengalami gejala gangguan pendengaran, segera diatasi agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah atau segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT