Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Pendengaran Akibat Bising?

Salah satu permasalahan umum yang sering terjadi pada telinga adalah gangguan pendengaran. Masalah ini dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah suara bising. 

Dikutip dari US National Library of Medicine, sistem pendengaran manusia yang sehat dapat mendeteksi suara dengan rentang frekuensi antara 20-20.000Hz. Sementara itu, tingkat kebisingan suara diukur dengan satuan db (desibel). Dalam riset ini disebutkan bahwa apabila Anda mendengar suara di atas 85 desibel secara terus menerus, pendengaran Anda dapat terganggu. Sebagai gambaran, suara 80-90 desibel adalah suara hair-dryer dan blender.

Dampak Gangguan Pendengaran Akibat Suara Bising

Suara yang keras dan bising seperti mendengar musik dengan volume terlalu keras, berada di tempat proyek bangunan, ataupun konser musik, dapat mengganggu pendengaran Anda.

Suara tersebut akan mengurangi kemampuan telinga Anda dalam menyerap suara yang dicerna oleh otak. Hal ini terjadi karena bagian telinga atau saraf yang membawa informasi suara ke otak tidak bekerja dengan normal.

Dalam beberapa kasus, gangguan pendengaran pada telinga dapat bersifat sementara. Namun, gangguan tersebut bisa menjadi permanen ketika bagian vital telinga telah rusak dan tidak bisa diperbaiki.

Berikut ini adalah beberapa contoh dampak gangguan pendengaran akibat suara yang bising.

  1. Suara bising dapat merusak bagian koklea telinga yang terdapat di telinga dalam. Salah satu sel yang rusak dalam bagian koklea telinga adalah sel-sel rambut yang bekerja terlalu keras. Hal ini akan menyebabkan sel-sel rambut mati atau rusak. Dikutip dari Healthdetik, normalnya manusia memiliki sekitar 30.000 sel rambut untuk mengolah suara yang masuk ke dalam telinga. Kerusakan sel rambut dapat mengurangi kemampuan mendengar Anda secara signifikan. 
  2. Suara yang keras dan bising juga dapat mengakibatkan sakit telinga atau otalgia. Akibatnya, telinga menderita rasa sakit yang berlebih dan gangguan pendengaran yang bersifat sementara atau bahkan permanen.
  3. Suara yang keras dan mengejutkan seperti suara tembakan atau ledakan, dapat menyebabkan gendang telinga pecah. Hal ini biasa disebut sebagai acoustic trauma.

Sebelum mengetahui cara mengatasi gangguan pendengaran akibat bising, Anda perlu mengetahui gejalanya terlebih dahulu.

Gejala Gangguan Pendengaran

Setidaknya, ada beberapa gejala yang biasanya dirasakan jika Anda mengalami gangguan pendengaran:

Pertama, kemampuan telinga untuk mendengar mulai berkurang. Gejala yang mungkin muncul misalnya, suara atau perkataan seseorang akan terdengar sangat pelan, Anda harus memperbesar suara ketika menonton televisi atau mendengarkan radio, dan Anda juga sering kehilangan fokus saat berkomunikasi dengan orang lain.

Kedua, telinga Anda terasa sakit dan nyeri saat mendengar suara yang terlalu keras. Biasanya terjadi saat menggunakan earphone untuk mendengar musik dengan volume yang sangat keras, terlebih lagi mendengar dalam waktu lama. 

Ketiga, telinga terasa sering berdenging, atau disebut juga sebagai tinnitus. Dikutip dari Mayoclinic, tinnitus adalah sebuah kondisi ketika telinga Anda mendengar suara bising yang berasal dari dalam telinga Anda sendiri.

3 gejala tersebut lazim ditemukan pada orang dewasa. Kondisi ini bisa menjadi alarm bagi Anda yang mulai mengalami gangguan pendengaran. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi Gangguan Pendengaran Akibat Bising

Untuk mengatasi gangguan pendengaran, setidaknya ada 2 hal yang bisa Anda lakukan. Pertama adalah langkah pencegahan, dan yang kedua adalah melakukan pengobatan dan perawatan.

Dalam upaya pencegahan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Pertama, hindari mendengarkan suara-suara yang terlalu keras. Misalnya mendengarkan musik dengan volume tinggi (terutama ketika menggunakan earphone), menonton televisi dengan suara yang terlalu keras, atau berada di lingkungan yang bising.

Kedua, menggunakan penutup telinga ketika berada di lingkungan yang bising. Anda dapat menggunakan earplug atau penyumbat telinga berukuran kecil, dan earmuff atau penutup telinga yang berbentuk seperti headphone.

Ketiga, mengikuti tes pendengaran secara berkala jika memungkinkan setiap setahun sekali atau setidaknya lakukan tes setiap 10 tahun sekali jika berusia di bawah 50 tahun, atau setiap 3 tahun sekali jika berusia di atas 50 tahun. Tes ini berguna untuk mendiagnosis apakah Anda terkena gangguan pendengaran atau tidak.

Keempat, bersihkan telinga Anda secara rutin dari kotoran. Usahakan untuk tidak menggunakan cotton buds karena dapat membuat kotoran terdorong semakin dalam. Anda dapat membersihkan telinga dengan pemberian obat tetes telinga, melakukan irigasi telinga, dan rutin dibersihkan oleh dokter THT.

Mengobati Gangguan Pendengaran

Pencegahan memang paling utama. Namun, jika Anda merasakan keluhan yang tak kunjung usai, sudah saatnya Anda mengunjungi dokter THT untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa pengobatan dan perawatan yang bisa Anda lakukan:

Pertama, dimulai dari konsultasi dengan dokter THT agar segera dilakukan diagnosis terhadap keluhan Anda. Anda juga bisa menghubungi Ruang Mendengar untuk berkonsultasi tentang kesehatan pendengaran Anda.

Kedua, Anda bisa menggunakan alat bantu dengar agar Anda dapat mendengar dengan lebih jelas.

Ketiga, Memasang implan koklea untuk menstimulasi saraf pendengaran, khususnya bagi penderita yang saraf pendengarannya normal namun tidak dapat dibantu dengan alat bantu dengar.

Keempat, Anda bisa menggunakan assistive listening devices (ALDs) untuk membantu Anda mendengar suara yang ingin Anda dengar. Alat ini dilengkapi dengan mikrofon yang dapat menangkap suara yang ingin Anda dengar dan menyaring suara lain yang mengganggu.

Kelima, langkah terakhir yang bisa Anda lakukan adalah melakukan operasi. Yakni operasi untuk mengobati kelainan pada gendang telinga dan tulang telinga.

Itulah beberapa penjelasan mengenai gangguan pendengaran akibat dari suara bising. Anda bisa berupaya untuk menghindarinya dengan melakukan pencegahan-pencegahan yang sudah kami sarankan sebelumnya.

Tetapi, jika Anda mulai merasakan keluhan dan gangguan yang semakin parah, Anda bisa segera hubungi dokter THT untuk mendapatkan pelayanan medis.

Anda juga dapat berkonsultasi mengenai kesehatan pendengaran di Ruang Mendengar. Kami menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, memberikan pendampingan, serta menyajikan informasi terpercaya tentang masalah pendengaran. 

ARTIKEL TERKAIT