Apa Itu Obat-obatan Ototoksik? Apa Efeknya?

Ototoksik merupakan jenis obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu pendengaran dan keseimbangan. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati infeksi serius, seperti kanker dan penyakit jantung.

Masalah gangguan pendengaran atau keseimbangan tubuh yang disebabkan oleh obat-obatan ini bersifat sementara dan bisa diobati dengan terapi. Namun, terkadang dapat bersifat permanen. 

Oleh sebab itu, tim medis atau dokter akan mempertimbangkan keputusan penggunaan obat ototoksik dalam mengatasi penyakit serius, karena obat ini memiliki efek yang buruk pada sistem pendengaran serta keseimbangan tubuh Anda. Biasanya, tim medis akan mendiskusikan dengan Anda mengenai efek samping yang akan mempengaruhi hidup Anda nantinya. 

Mungkin Anda bertanya, seburuk apa sih efek yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obatan ini? Simak penjelasannya dalam artikel ini!

Efek Penggunaan Obat Ototoksik

Source: freepik.com

Penggunaan obat-obatan ototoksik dapat merusak sel-sel sensorik yang berfungsi dalam proses pendengaran dan keseimbangan. Sel-sel sensorik tersebut terletak di telinga bagian dalam.

Gejala awal yang dirasakan setelah menggunakan obat-obatan ototoksik yaitu telinga berdenging atau tinnitus. Seiring berjalannya waktu, Anda akan mengalami gangguan pendengaran, seperti penurunan fungsi pendengaran. Bahkan, masalah tersebut terus berlanjut sampai kemampuan pendengaran Anda berkurang dan tidak memahami pembicaraan orang.

Selain gangguan pendengaran, penggunaan obat-obatan ototoksik juga menyebabkan Anda kehilangan keseimbangan tubuh dan tubuh merasa tidak stabil. Terkadang, masalah ini bersifat sementara karena tubuh manusia dapat beradaptasi dengan keseimbangan tubuh yang berkurang.

Tentu saja efek penggunaan obat-obatan ototoksik ini mempengaruhi aktivitas Anda. Karena pendengaran Anda menurun dan menyebabkan Anda tidak dapat mendengar percakapan dengan baik. Hal tersebut mungkin membuat Anda sedikit pusing dan berhenti mengikuti atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

Obat-obatan yang Bersifat Ototoksik

Source: freepik.com

Dikutip dari ASHA, terdapat 200 lebih obat dan bahan kimia yang bisa menyebabkan masalah gangguan pendengaran dan keseimbangan. Penggunaan obat ini bisa memberikan harapan yang baik untuk menyembuhkan beberapa infeksi atau penyakit yang mengancam jiwa. Namun perlu diingat, obat ini tidak bisa digunakan sembarangan, Anda perlu berdiskusi dengan dokter untuk mempertimbangkan kesembuhan penyakit atau efek samping yang dirasakan nanti.

Obat-obatan ototoksik yang bisa menyebabkan kerusakan permanen yaitu antibiotik aminoglikosida (gentamicin) dan obat-obatan kemoterapi kanker, seperti cisplatin dan carboplatin. Sedangkan obat-obatan ototoksik yang bisa menyebabkan kerusakan sementara yaitu penghilang rasa sakit salisilat, aspirin (untuk mengobati jantung), kina (untuk mengobatinya malaria) dan loop diuretik (untuk mengobati kondisi jantung dan ginjal).

Mungkin Anda akan bertanya, apa yang harus dilakukan, sebelum melakukan perawatan dengan obat-obatan ototoksik?

Jika Anda ingin menggunakan obat-obatan ototoksik, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mendeteksi efek yang dirasakan nantinya, diantaranya yaitu:

Anda harus melakukan tes pendengaran serta keseimbangan tubuh sebelum menggunakan obat ototoksik. Hasil tes tersebut digunakan untuk membandingkan tes di masa depan dan mengetahui apakah ada perubahan pada pendengaran Anda. 

Catatan dasar pendengaran dan keseimbangan yang dicatat oleh dokter THT maupun audiolog mencakup pengujian dengan beberapa suara bernada tinggi, pengenalan kata, dan lainnya. Hal tersebut membantu untuk mendeteksi gejala awal ototoksik. Apabila terjadi kerusakan pada pendengaran Anda, maka dokter akan membuat keputusan untuk menghentikan atau mengubah terapi yang dilakukan.

Hal tersebut tergantung pada jenis dan dosis obat yang digunakan. Namun, Anda tetap harus menguji pendengaran Anda secara berkala untuk mendeteksi gejala ototoksik dan memantau kondisi pendengaran Anda. Selain itu, dilakukan pula pengujian sistem keseimbangan atau pengujian vestibular untuk mengetahui dampak yang terjadi pada keseimbangan.

Pengobatan

Apabila terdapat gejala gangguan pendengaran dan keseimbangan, namun penggunaan obat-obatan ototoksik terus berlanjut, maka akan terjadi kerusakan permanen yang mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan. Solusi untuk gangguan pendengaran diantaranya yaitu, dengan menggunakan alat bantu dengar dan implan koklea. Sedangkan untuk mengatasi keseimbangan tubuh yang telah berubah, Anda bisa melakukan terapi fisik.

Itulah beberapa penjelasan mengenai ototoksik mulai dari pengertian, efek, jenis obat-obatan ototoksik, dan pengobatan yang dilakukan. Sebelum menggunakan obat-obatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, mengingat efek yang didapatkan bisa saja sangat berbahaya.

Apabila Anda merasakan kondisi gangguan pendengaran, segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT