6 Penyebab Telinga Berdarah, Gejala, dan Cara Mengobatinya

penyebab telinga berdarah

Pernahkah Anda mengalami pendarahan di telinga? Hal tersebut bisa terjadi di bagian luar, tengah, dan dalam telinga. Telinga yang berdarah dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari adanya benda yang masuk ke telinga, hingga masalah yang serius, seperti cedera kepala dan kanker.

Berikut ini enam penyebab telinga berdarah beserta gejala dan cara mengobatinya yang perlu Anda ketahui.

1. Infeksi Telinga

Infeksi telinga disebabkan oleh bakteri atau virus. Biasanya, infeksi tersebut terjadi di telinga bagian tengah. Infeksi membuat area tersebut membengkak dan menyebabkan cairan menumpuk di belakang gendang telinga. Penumpukan tersebut menimbulkan tekanan yang dapat memecah gendang telinga, hingga menimbulkan pendarahan di telinga.

Pendarahan yang disebabkan oleh infeksi telinga menimbulkan beberapa gejala, antara lain sebagai berikut:

  1. Telinga terasa nyeri
  2. Hidung tersumbat
  3. Gangguan pendengaran
  4. Masalah keseimbangan
  5. Sulit tidur

Dalam 1-2 minggu, infeksi telinga dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk mempercepat penyembuhan, Anda dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen.

Jika rasa nyeri tersebut terasa semakin parah, keluar cairan atau nanah dari telinga, dan Anda merasa demam, segeralah periksakan diri ke dokter. Selain memberikan obat pereda nyeri, dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi tersebut.

2. Ada Benda Kecil yang Masuk Telinga

Kapas cotton bud, serangga, atau benda kecil lainnya secara tidak sengaja dapat masuk ke telinga dan menyebabkan pendarahan. Jika hal tersebut terjadi, Anda akan mengalami gejala berikut ini.

  1. Rasa nyeri dan tertekan di dalam telinga
  2. Keluarnya cairan dari dalam telinga
  3. Gangguan pendengaran
  4. Pusing

Untuk mengeluarkan benda tersebut, Anda dapat menggunakan pinset. Anda juga dapat memiringkan kepala agar benda tersebut bisa keluar dengan sendirinya. Agar lebih aman, Anda dapat mencari pertolongan medis.

3. Barotrauma

Barotrauma terjadi ketika tekanan udara di sekitar Anda berubah, seperti ketika sedang berada di pesawat atau terjun payung. Jika terjadi perubahan tekanan yang parah, gendang telinga bisa robek dan telinga pun mengeluarkan darah atau cairan.

Gejala barotrauma yaitu sebagai berikut:

  1. Telinga terasa sakit dan tersumbat
  2. Pusing
  3. Gangguan pendengaran
  4. Telinga berdenging

Untuk mencegah barotrauma, Anda dapat mencoba menjaga tekanan udara tetap stabil di telinga dengan mengunyah permen karet, menguap, atau menelan sesuatu. Anda juga dapat menutup hidung Anda, kemudian menarik napas dari mulut agar telinga Anda dapat terbuka.

Jika barotrauma belum hilang dan telinga Anda terasa semakin sakit hingga mengeluarkan darah atau cairan, segeralah mencari pertolongan medis. Dalam beberapa kasus, dokter akan membuat sayatan kecil di gendang telinga untuk menyamakan tekanan dan mengeluarkan cairan.

 4. Gendang Telinga Robek

Gendang telinga yang robek atau pecah dapat disebabkan oleh infeksi telinga, barotrauma, cedera kepala, benda kecil yang masuk ke telinga, dan suara yang terlalu keras.

Dilansir dari Healthline, gejala yang akan Anda rasakan ketika gendang telinga robek antara lain sebagai berikut.

  1. Rasa sakit atau tidak nyaman di telinga
  2. Sakit kepala atau vertigo
  3. Telinga berdenging
  4. Gangguan pendengaran
  5. Mual atau muntah

Jika rasa sakit tersebut semakin parah dan telinga Anda mengeluarkan cairan atau darah, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan menempelkan semacam tambalan untuk menutupi lubang. Dokter mungkin akan melakukan pembedahan kecil untuk mengambil sepotong kulit kecil Anda sebagai penutup lubang tersebut.

5. Cedera Kepala

Efek pukulan, jatuh, atau kecelakaan dapat menyebabkan cedera kepala. Hal tersebut dapat menimbulkan pendarahan telinga hingga otak. Cedera tersebut dapat menimbulkan gejala berikut ini.

  1. Pendarahan di telinga
  2. Kehilangan keseimbangan hingga kesadaran
  3. Pusing
  4. Mual dan muntah
  5. Kesulitan berbicara
  6. Sulit tidur atau bahkan tidur lebih lama dari biasanya.

Jika Anda mengalami cedera kepala, segeralah mencari pertolongan medis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

6. Kanker

Kanker di telinga merupakan penyakit yang sangat jarang terjadi. Dilansir dari WebMD, dokter di Amerika Sekitar hanya mendiagnosis sekitar 300 kasus per tahun. Kanker ini biasanya dimulai dari kanker kulit di telinga bagian luar. Jika tidak segera diobati, kanker tersebut dapat menyebar sampai rongga telinga paling dalam.

Pendarahan telinga yang disebabkan oleh kanker akan menimbulkan gejala berikut ini:

  1. Kulit telinga bersisik
  2. Gangguan pendengaran
  3. Telinga terasa sakit dan tertekan
  4. Terdapat cairan atau darah yang keluar dari telinga
  5. Sakit kepala
  6. Nyeri di bagian wajah hingga mati rasa
  7. Penglihatan kabur

Pengobatan utama untuk penyakit ini adalah operasi pengangkatan tumor. Setelah itu, Anda harus melakukan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa.

Itu tadi enam penyebab telinga berdarah beserta gejala dan cara mengobatinya. Jika Anda memiliki masalah kesehatan telinga dan pendengaran, segera periksakan diri ke dokter.

Sebagai pertolongan pertama, Anda juga dapat berkonsultasi secara gratis dengan Ruang Mendengar. Kami akan memberikan solusi terbaik untuk masalah kesehatan telinga dan pendengaran Anda. Hubungi kami segera!

ARTIKEL TERKAIT