3 Tipe Infeksi Telinga pada Anak. Orangtua Wajib Tahu!

Setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Kondisi anak yang sedang sakit pasti membuat orangtua khawatir, tak terkecuali jika anak menderita infeksi telinga. Infeksi telinga bukan hanya menyebabkan kerusakan, tetapi perawatan infeksi yang tidak efektif dan berlebihan justru berisiko, misalnya resistensi antibiotik. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan oleh orang tua?

Infeksi Telinga Pada Anak dan Gejalanya

Source: istockphoto.com

Dikutip dari WebMd, dua sampai tiga anak dibawah satu tahun setidaknya pernah mengalami infeksi telinga yang disebut sebagai otitis media akut. Sebagian besar mereka yang terkena infeksi ini dikarenakan tabung eustachius (tabung yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan dan hidung) kurang berkembang dan mudah tersumbat dengan cairan.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak-anak masih berkembang sehingga membuat mereka memiliki risiko tinggi infeksi saluran pernapasan atas yang menyebabkan infeksi telinga.

Berikut ini merupakan beberapa gejala infeksi telinga, diantaranya yaitu:

  1. Demam
  2. Nyeri di telinga (bayi menggosok atau menarik telinga mereka)
  3. Muntah dan diare (hanya terjadi pada bayi)
  4. Kesulitan mendengar
  5. Menangis atau sakit saat mengisap
  6. Kehilangan waktu tidur atau nafsu makan

Tipe Infeksi Telinga Pada Anak

Source: freepik.com

Berikut 3 tipe infeksi telinga yang umum dirasakan anak, diantaranya yaitu:

1. Otitis Media Akut 

Tipe ini merupakan infeksi telinga yang paling umum. Dimana bagian telinga tengah terinfeksi dan bengkak serta ada cairan terperangkap di belakang gendang telinga. Ini menyebabkan rasa sakit di telinga. 

2. Otitis Media dengan Efusi 

Tipe ini terjadi setelah infeksi telinga dan cairan masih terperangkap di belakang gendang telinga. Seorang anak dengan tipe ini mungkin tidak memiliki gejala, tetapi dokter dapat melihat cairan di belakang gendang telinga dengan alat khusus.

3. Otitis Media Kronis dengan Efusi 

Tipe ini terjadi ketika cairan berada di telinga tengah untuk waktu yang lama atau berulang kali, meskipun tidak ada infeksi. Tipe ini menyulitkan anak-anak untuk melawan infeksi baru dan juga dapat mempengaruhi pendengaran mereka.

Perawatan dan Komplikasi

Source: istockphoto.com

Pada beberapa kasus infeksi telinga bisa sembuh dengan sendirinya tanpa menggunakan obat. Namun, sebagian besar kasus infeksi telinga pada anak membutuhkan antibiotik, biasanya menggunakan amoksisilin selama 10 hari.

Cairan di telinga tengah yang tidak mengering dapat menghalangi gendang telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran sementara, atau otitis media dengan efusi.  Penggunaan amoksisilin atau antibiotik jenis lainnya bisa membantu menyembuhkan. Infeksi telinga yang terjadi berulang kali seringkali dikaitkan dengan gangguan pendengaran sementara yang berkepanjangan. 

Setahun pertama masa kanak-kanak, pendengaran sangat penting untuk mengembangkan kemampuan bicaranya. Jika anak-anak mengalami gangguan pendengaran yang signifikan dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut mengganggu perkembangan anak dalam kemampuan berbicara dan pembelajaran bahasa.

Biasanya, anak-anak yang mengalami infeksi telinga berulang selama tiga bulan atau lebih dan disertai keluhan gangguan pendengaran, biasanya dianjurkan untuk melakukan tindakan bedah miringotomi. Miringotomi adalah prosedur pembedahan pada gendang telinga untuk mengurangi tekanan yang disebabkan oleh penumpukan cairan yang berlebihan di telinga tengah.

Namun, para dokter tidak lagi menggunakan operasi ini, mengingat sebuah studi tahun 1994 menemukan bahwa dalam 23% kasus, eustachius atau tabung tidak begitu dipermasalahkan. Dikutip dari WebMd, penelitian baru yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal medis Lancet, pada 182 anak menemukan jika menunda operasi hingga 9 bulan tidak akan menghambat kemampuan bicara dan bahasa pada balita. 

Sebelum menganjurkan miringotomi, dokter biasanya meresepkan antibiotik sebagai tindakan pencegahan. Hal ini dapat mengurangi risiko infeksi pada telinga anak, namun pemberian antibiotik pada anak diperlukan pertimbangan yang sangat matang guna menghindari berkembangnya bakteri yang membuat tubuh menjadi kebal antibiotik. Selalu diskusikan dengan dokter Anda tentang pemberian obat-obatan pada anak.

Mencegah dan Mengatasi Infeksi Telinga pada Anak

Source: freepik.com

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi telinga pada anak, diantaranya sebagai berikut:

  1. Berikan ASI secara eksklusif selama minimal 6 bulan pertama  
  2. Hindari penggunaan dot dan botol 
  3. Jika dalam kondisi medis tertentu pemberian formula dengan botol dan dot, pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya, agar tabung eustachius tidak tersumbat
  4. Jlka Anda menitipkan anak di tempat penitipan anak, perhatikan kebersihannya
  5. Jauhkan anak dari asap rokok, perokok pasif berisiko lebih tinggi terkena infeksi telinga

Lalu, apa yang harus dilakukan jika anak Anda mengalami infeksi telinga?

  1. Berikan anak Anda acetaminophen (bukan aspirin) untuk mengurangi ketidaknyamanannya
  2. Pemberian antibiotik pada anak harus dalam pengawasan dokter. Segera konsultasikan dengan dokter Anda agar keluhan segera tertangani dengan efektif dan tuntas.

Itulah beberapa penjelasan mengenai infeksi telinga pada anak. Jika anak Anda merasakan gejala infeksi telinga, segera atasi atau konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT