3 Tipe Gangguan Pendengaran yang Wajib Diketahui

Gangguan pendengaran merupakan salah satu gangguan kesehatan di telinga. Dimana sinyal suara yang ditangkap oleh telinga tidak dapat diterjemahkan dengan baik oleh otak. Umumnya, gangguan pendengaran  disebabkan karena sering terpapar suara keras serta faktor usia yang membuat kualitas pendengaran menurun. Biasanya, gangguan pendengaran terjadi secara bertahap, namun hilangnya pendengaran bisa terjadi secara tiba-tiba.

Tipe Gangguan Pendengaran

Source: starkey.com

Gangguan pendengaran dibagi menjadi 3 kelompok dasar, diantaranya yaitu:

1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Gangguan pendengaran konduktif merupakan masalah mekanis yang terjadi pada telinga bagian luar dalam menghantarkan suara ke gendang telinga dan telinga tengah. Jenis gangguan ini masih berada pada tingkat ringan atau menengah, dengan rentang 25 sampai 65 desibel. Gangguan pendengaran ini juga bersifat sementara dan bisa diatasi dengan pengobatan, pembedahan dan menggunakan alat bantu dengar (tergantung penyebab masalah tersebut).

Dilansir dari WebMd, ada beberapa masalah struktural yang menyebabkan gangguan pendengaran konduktif sementara, diantaranya sebagai berikut:

  1. Kotoran telinga yang menumpuk. Jangan menggunakan cotton bud untuk mengatasinya, karena akan membuat kotoran masuk ke dalam telinga.
  2. Otitis eksterna atau infeksi saluran telinga luar pada gendang telinga. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh air yang tersisa setelah berenang.
  3. Benda asing yang tersangkut di saluran telinga. Kondisi ini membuat Anda kesulitan mendengar serta telinga terasa gatal.
  4. Infeksi telinga pada saluran eustachius (tuba eustachius) yang tersumbat. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya cairan di telinga bagian tengah. 
  5. Terdapat lubang di gendang telinga Anda. Kondisi tersebut menyebabkan getaran suara tidak tertangkap dan kehilangan pendengaran.
  6. Atresia. Kelainan bawaan yang didapat sejak lahir, umumnya akan dilakukan pembedahan rekonstruksi untuk mengatasi masalah ini.
  7. Otosclerosis merupakan gangguan yang disebabkan oleh pertumbuhan tulang pendengaran yang abnormal di telinga Anda.
  8. Cholesteatoma yaitu pertumbuhan kulit yang abnormal terjadi di telinga bagian tengah, tepatnya belakang gendang telinga. Kondisi ini bisa disebabkan karena infeksi, seperti sinusitis.

2. Gangguan Pendengaran Sensorineural

Jenis gangguan pendengaran sensorineural merupakan kerusakan di bagian telinga dalam, yaitu rusaknya sel saraf dalam rumah siput. Gangguan ini biasa disebut “tuli saraf” umumnya bersifat permanen. Jenis gangguan pendengaran ini juga bisa diatasi menggunakan alat bantu dengar atau implan koklea.

Ada beberapa penyebab gangguan pendengaran sensorineural, diantaranya sebagai berikut:

  1. Faktor Usia: seiring bertambahnya usia, fungsi pendengaran pun menurun. Hal tersebut juga menjadi penyebab gangguan pendengaran sensorineural, yang membuat Anda kesulitan dalam mendengar suara. Kondisi ini disebut presbycusis yaitu gangguan pendengaran karena faktor usia.
  2. Paparan Suara Bising: lingkungan bising membuat pendengaran Anda terganggu. Trauma akustik merupakan cedera di telinga bagian dalam yang disebabkan karena mendengar suara keras. Beberapa alat yang menyebabkan kondisi ini yaitu senjata api, mesin berat dan instrumen musik.
  3. Cedera di kepala: ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural dan konduktif.
  4. Perubahan Tekanan Udara: yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan kebocoran cairan telinga serta kerusakan saraf di telinga bagian dalam. Kondisi ini dapat terjadi ketika pendaratan pesawat atau scuba diving.
  5. Ototoksisitas: penyakit ini banyak dan menjadi perhatian di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita telinga berdenging ke-3 terbesar di dunia. Pengobatan telinga berdenging terutama pada kondisi lanjut membutuhkan pengobatan menggunakan antibiotika golongan aminoglikosida yang pada sebagian orang dapat menyebabkan gangguan pendengaran sampai ketulian.
  6. Penyakit Autoimun: termasuk penyakit yang cukup langka ini umumnya menyerang telinga bagian dalam. Salah satu gejala yang dirasakan yaitu telinga berdenging.
  7. Penyakit Meniere: merupakan gangguan telinga yang menyebabkan sejumlah serangan vertigo. Biasanya penyakit ini hanya mempengaruhi satu telinga, tetapi lama-kelamaan akan mengenai kedua telinga. Kondisi dapat memburuk apabila Anda merokok, adanya infeksi atau mengonsumsi makanan tinggi garam.
  8. Kondisi Lainnya: yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural yaitu penyakit pada sistem saraf pusat, masalah struktur telinga dan pertumbuhan tulang di telinga tengah (otosklerosis).

3. Gangguan Pendengaran Campuran

Source: starkey.com

Gangguan pendengaran campuran merupakan kombinasi dari gangguan konduktif dan sensorineural. Gangguan ini disebabkan oleh masalah struktur pada telinga bagian dalam, telinga luar atau telinga tengah. Untuk mengatasinya dapat menggunakan obat, pembedahan serta alat bantu dengar atau implan pendengaran telinga tengah.

Nah itulah 3 tipe gangguan pendengaran yang harus Anda ketahui. Setelah mengetahui tipe gangguan pendengaran, Anda semakin mudah mengenali gejala gangguan pendengaran tersebut dan cara mengatasinya.

Apabila Anda merasakan kondisi gangguan pendengaran, segera konsultasikan pada kami!

Bersama Ruang Mendengar, Anda dengan mudah dapat mencari jawaban masalah pendengaran Anda. Ruang Mendengar menyediakan konsultasi gratis baik secara online maupun offline, mendampingi serta menyajikan informasi terpercaya dan terlengkap tentang masalah pendengaran. 

Tunggu apalagi, segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

ARTIKEL TERKAIT